Jumat, 26 Juli 2013

SATUAN UDARA PERTANIAN DALAM SEJARAH, KIPRAH DAN MASA DEPANNYA

 

Bagi kita insan dirgantara, termasuk anggota TNI AU sendiri mungkin jarang mendengar tentang Satuan Udara Pertanian (SATUD TANI), sebuah satuan udara yang dibentuk oleh (satu-satunya) instruksi Presiden yang di sampaikan langsung melalui Kepala Staf Angkatan Udara. Berhubung tugas pokok yang diemban oleh Satud Tani lebih menitik beratkan pada pengembangan sektor pertanian serta tugas-tugas yang berkaitan dengan aerial agricultural sehingga sepak terjang satuan ini jarang terdengar di lingkungan kerja TNI AU maupun dunia kedirgantaraan.

Sejarah berdirinya Satud Tani berawal pada tahun 1966, dimana pada saat itu Kompartemen Pertanian dan Agraria dengan para pendahulu TNI AU merintis pemanfaatan wahana udara melalui penggunaan pesawat terbang bagi kepentingan kesejahteraan rakyat dimasa damai khususnya dalam bidang pertanian, hal tersebut dilakukan dengan mengadakan Persetujuan Kerja Sama Operasi Karya antara Kompartemen Pertanian dan Agraria dengan Departemen Angkatan Udara tanggal 19 Januari 1966 dan selanjutnya berdasarkan Keputusan Panglima Angkatan Udara Nomor 19 jo Nomor 20 tahun 1969 dibentuklah “Flight Gelatik” yang pada dasarnya merupakan satuan embrio guna pelaksanaan tugas-tugas dibidang penerbangan pertanian.  Pada perkembangan selanjutnya pemerintah menilai bahwa dalam pertanian modern pesawat terbang mempunyai peranan yang sangat pentingsehingga akhirnya Pemerintah memanfaatkan pesawat terbang yang dimiliki oleh TNI AU untuk membantu memajukan bidang pertanian.

Keberhasilan yang dicapai “Flight Gelatik” dalam mengemban tugas-tugasnya mendapat perhatian positif dari Pemerintah hingga akhirnya dikeluarkanlah Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 1970 tanggal 21 Pebruari tentang pemanfaatan pesawat-pesawat TNI AU bagi kepentingan pertanian yang kemudian ditindak lanjuti dengan pembentukkan Satuan Udara Pertanian beserta ketentuan-ketentuannya melalui Surat Keputusan Bersama antara Menhankam/Pangab dengan Menteri Pertanian Nomor : KEP/B/31/VI/1971.258/Kpts/Um/6/1971 tanggal 16 Juni 1971, tentang pembentukan Satuan Udara Pertanian. Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) terbsebut yang menjadi Tugas Pokok Satud Tani adalah :

a.
a. Melakukan penelitian tentang  aerial application.
b.
b. Mengembangkan hasil penelitian .
c.
c. Melaksanakan aerial application dan aerial work lainnya (sesuai kemampuan pesawat).

Tugas-tugas yang dilaksanakan oleh satuan ini sangat berhasil dalam meningkatkan produksi pertanian, khususnya dalam hal pemberantasan hama melalui aerial application sehingga dapat meningkatkan produksi beras nasional dan pada awal tahun 1984 Pemerintah menetapkan bahwa Negara Indonesia dapat mencapai swasembada pangan.

Saat ini Satuan Udara Pertanian TNI AU diperkuat oleh dua pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter yang terkenal sebagai pesawat legendaris dan memiliki banyak kemampuan handal dalam melaksanakan tugas-tugas diantaranya:

a. Agricultural duties (crop spraying).   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu menyemprotkan cairan dan menabur granular/butiran pada areal yang luas dengan medan yang sulit  seperti perkebunan, persawahan, tegalan, hutan, dan pegunungan. Aplikasi dapat dilakukan secara serentak dan cepat sebab bila dilakukan secara manual atau menggunakan melalui media darat menjadi kurang efektif dan efisien.   Pesawat PC-6 dapat digunakan sebagai sarana utama dalam menghadapi keadaan darurat khususnya dalam bidang pertanian, seperti adanya eksplosif serangan hama yang membutuhkan penanganan cepat yang melibatkan Kementan dan Pemda.   Pelaksanaan agricultural dutiesdiantaranya penerapan teknologi cane ripener,penyemprotan cairan herbisida dan disinfektan.

 

b.  Fire fighting (water bombing).   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu melaksanakan pengeboman cairan sekaligus sebanyak 800-1000 liter melalui udara, kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk pemadam kebakaran lahan yang jauh dari sumber air dan kebakaran yang terjadi di daerah padat penduduk seperti perkotaan.

 

c.  Aerial Survey.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu melaksanakan survey melalui udara hal ini dapat dimanfaatkan untuk melihat atau mengambil data luasan areal pertanian, melihat kondisi akibat bencana alam seperti kekeringan, banjir, longsor, serangan hama dan lain-lain, serta membantu kebutuhan survey melalui udara.

 

d.  Aerial Photographs.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu untuk melaksanakan pemotretan dari udara secara horizontal maupun vertikal, kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk pengambilan gambar foto udara atau untuk pembuatan data luasan/peta areal pertanian danpemetaan areal hutan dan pemantauan potensi dan kondisi hutan.

 

e.  Passenger transport.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu mengangkut penumpang sebanyak 11 orang termasuk 2 orang crew pesawat, kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk tranportasi kunjungan pejabat ke daerah-daerah terpencil, angkutan petugas PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang bertugas di daerah-daerah terpencil dan membantu mengatasi keadaan darurat yang membutuhkan kecepatan melalui sarana transportasi udara.

 

f.   Cargo transport.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu untuk mengangkut barang cair dan padat ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui laut maupun darat serta membutuhkan waktu yang cepat, kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk mengangkut bibit ternak, bibit tanaman, pupuk dan alat-alat pertanian ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui laut maupun darat serta membantu mengatasi keadaan darurat yang membutuhkan sarana transportasi udara dengan cepat.

 

g.  Ambulance duties.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter dapat dimanfaatkan untuk sarana ambulan udara bagi pasien darurat, mampu mengangkut 2 pasien dengan posisi terbaring atau lebih dari 2 orang untuk pasien duduk, memberikan dukungan transportasi kepada petugas PPL di lapangan/daerah terpencil bila sakit dapat segera ditangani di rumah sakit.

 

h. Search and Rescue (SAR).   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu melakukan pencarian korban bencana melalui udara dengan waktu terbang ± 3-4 jam untuk memberikan bantuan darurat, melakukan pencarian korban di darat maupun di laut, mengangkut tim rescue ke daerah bencana dengan didaratkan ataupun diterjunkan memberikan bantuan darurat logistik dan lainnya melalui udara dengan cargo drop menggunakan helly boxketempat korban ditemukan.

 

i.  Airborne laboratory.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu membawa alat peralatan penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk dukungan penelitian Puslitbang Kementan dan lembaga/instansi lainnya.

 

j.   Inspection of pipelines, highway, farm field etc.  Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu untuk terbang pada ketinggian dan kecepatan yang rendah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melakukan inspeksi sarana irigasi pertanian, pipa air, minyak dan gaslahan pertanian, perkebunan dan kehutanan.

 

k.   Airborne pollution control.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu membawa alat pemantau polusi lingkungan untuk memantau tingkat polusi udara melalui udara dan memantau luasan areal yang tercemar di udara, di air maupun di darat.

 

l.   Parachuting.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu membawa barang yang dilengkapi dengan parasut ke daerah-daerah bencana/terpencil yang sulit dijangkau melalui laut maupun darat serta membutuhkan waktu yang cepat, dapat dimanfaatkan untuk dropingbarang (makanan dan peralatan) dengan menggunakanhelly box.

 

m.   Paradropping.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu membawa peterjun 7–9 orang untuk  menerjunkan tim rescue ke daerah trouble spot,mendukung pembinaan olah raga kedirgantaraan/FASI, mendukung penyelenggaraan event-event kejuaraan olah raga terjun payung baik nasional maupun internasional atau memperingati/memeriahkan suatu acara ceremonialdan menumbuhkan minat olahraga dirgantara pada generasi muda.

 

n.   Observation flight for military, boarder contol and police.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu membawa peralatan observasi dan observer yang dilengkapi persenjataan, dapat dimanfaatkan untuk observasi daerah rawan konflik, penyusupan dan penyelundupan di darat dan di laut, pemantauan illegal fishing, illegal logging dan daerah-daerah perbatasan.

 

o.   Target towing.   Pesawat PC-6/B2-H2 Pilatus Porter mampu menarik banner mengitari suatu kawasan bertuliskan pesan-pesan tertentu dan dalam rangka peringatan hari-hari bersejarah sehingga masyarakat dapat mengetahuinya secara luas serta membantu menebarkan selebaran/pamplet melalui udara.

Disamping itu, dengan kemampuan alutsista yang digunakan oleh Satuan Udara Pertanian TNI AU, tugas-tugas yang diembannya dapat terlaksana dengan sangat baik, diantaranya:

1.   Operasi aplikasi udara pada perkebunan kelapa sawit, pemberantasan hama SEXAVA di Kepulauan Sangir Talaud (1971, 1975 dan 1979); PTP II di Tanjung Morawa Medan dan PTP VI Sumatra Barat Dan Jambi (1974); Maluku (1975), Jawa Barat (1976), Pulau Karakelang Kepulauan Talaud (1979). 

 

2.   Operasi pemberantasan hama tanaman padi di Indramayu Jawa Barat (1973); di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali (1974); di Purworedjo, Kebumen dan Banyumas (1979); operasi penaburan benih padi, pupuk dan pemberantasan hama padi di Lampung (1973). 

 

3.   Operasi aplikasi udara pada tanaman tebu di Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung untuk mengatasi hama pengerek dan cabuk hitam (1973). 

 

4.   Operasi penghijauan di Brebes (1973), Ponorogo dan Madura (1974), Donggala (1975). 

 

5.   Operasi pemberantasan hama WERENG di Sumatera, Jawa & Bali (1974). 

 

6.    Operasi pemberantasan nyamuk aedes aegypty di semarang (1973), Menado (1974) dan Palembang (1980). 

 

7.  Operasi Hujan Buatan bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) (1992 s/d 1998) di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan NTB (1980); waduk Jatiluhur Jawa Barat (1987, 1988), dan Citarum Jawa Barat (1999) 

 

8.   Operasi pemadaman kebakaran hutan di Gunung Ceremai, Jawa Barat (1983). 

 

9.   Operasi pemberantasan KUTU LONCAT pada tanaman Lamtoro di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (1986). 

 

10.  Operasi dukungan udara jalur Pantura, penarikan banner dan penyebaran pamflet di daerah Karawang (1987). 

 

11.  Operasi penelitian hama di Sang Hyang Seri Sukamandi berupa percobaan insektisida dan herbisida (1989). 

 

12.  Operasi angkutan udara dengan Pemda Irian Jaya pada Operasi Gerakan Desa Sejahtera (Gasetra) & penerbangan sipil di pedalaman Irian Jaya (1989 s/d 1995) untuk mendukung : 

a)            Transportasi petugas`Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)

b)            Pengangkutan/distribusi bibit ternak dan tanaman ke pedalaman Irja.

c)            Dukungan angkutan lain sesuai penugasan.

 

13.  Operasi aplikasi udara pada tanaman pisang di PT. NTF Lampung (1999); aplikasi perkebunan padi, tebu, kelapa sawit dan lain-lain. 

 

14.  Operasi terjun payung freefall pada Kejuaraan Dunia Terjun Payung di Lido Jawa Barat (1996) dan penerjunan lainnya bekerjasama dengan KONI/FASI (1999 s/d 2001, 2008 s/d 2009) 

 

15.  Operasi foto udara di daerah Tanggerang (2000) dan Lanud Wirasaba (2004). 

 

16.  Operasi aplikasi Teknologi Cane Rippener (TCR) dan Zat Pemacu Kematangan (ZPK) pada tanaman tebu di PT. GPM Lampung (1979, 1981, 1999, 2000, 2002 dan 2003) serta di PT. GMP Lampung (1987, 2003 s/d saat ini).

Dengan banyaknya tugas yang diemban oleh Satuan Udara Pertanian TNI AU dan sejarah yang ada dibelakangnya serta dedikasi yang telah ditunjukkan oleh satuan ini dari awal pengabdian hingga sekarang, maka amatlah wajar jika Pemerintah mulai memperhatikan kembali satuan yang hampir tidak terdengar gaungnya ini, paling tidak dengan adanya penambahan alutsista pesawat yang memperkuat satuan ini sehingga sektor pertanian dapat berkembang lebih baik lagi dan prestasi swasembada pangan yang pernah kita raih dapat kita pertahankan dan tingkatkan.


Kapten Pnb Kamto Adi, dikutip dari berbagai sumber

6 komentar:

  1. Om..sy suka photo dan artikelnya..krn sy punya hobby merakit model kit plastik, photonya membantu pengecatan model yg akan sy rakit, mhn izin copas utk blog sy ya Om. Oh..iya apakah satud tani jg pernah menggunakan pswt cessna 188 A?

    BalasHapus
  2. Silahkan dengan senang hati mas eko, iya satudtani pernah menggunakan cessna 188A sebagai salah satu kekuatannya namun sudah tidak digunakan lagi, demikian... salam hormat

    BalasHapus
  3. Om saya suka artikelnya...ayah saya lama dinas di satud tani...

    BalasHapus
  4. Keren semoga bermanfaat untuk kemajuan pertanian di Negri ini aamiin.. Bravo Satudtani 👍

    BalasHapus
  5. Saya cari-cari informasi tentang Satud Tani sekarang kok tidak ketemu. Bahkan saya dengar sudah dibubarkan. Benarkah?

    BalasHapus
  6. Dari kecil sampe sekarang saya menikah dan punya anak...satuan udara pertanian selalu di hati..tapi sangat di sayangkan satuan udara sudah bubar..saya masih ingat betul dari kecil saya naik pesawat pilatus 05.. bantuin bapak saya untuk membersihkan pesawat itu...dlu komandanya adalah pak hadi yg sekarang beliu menjadi panglima TNI....

    BalasHapus