Selasa, 11 Juni 2019

KEMBALINYA SANG PUTRA ZEUS KESARANG RAJAWALI

 

 

            Setelah hampir memakan waktu sekitar 18 bulan, akhirnya selesai juga proses PDM (Program Depot Maintenance) pesawat A-1323 yang dilaksanakan oleh ARINC, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat yang bermarkas di Oklahoma City, Oklahoma, bersamaan dengan keluarnya surat perintah KASAU tanggal 1 Februari 2012 kepada Letkol Pnb Eko Sujatmiko selaku Komandan Skadron Udara 31 / Mission Commander bersama 16 orang crew untuk berangkat ke Oklahoma guna melaksanakan Acceptance Check Flight dan dilanjutkan Ferry Flight A-1323 kembali ke Indonesia.

            Kami beserta awak pesawat lain yang memang sudah menunggu sejak lama karena adanya beberapa kali penundaan keberangkatan segera mempersiapkan diri. Perlengkapan pribadi maupun perlengkapan crew pesawat kembali dicross check dan dipastikan kesiapannya untuk keberangkatan. Kami terbagi menjadi dua gelombang keberangkatan, gelombang pertama sembilan crew menggunakan Nippon Airways yang berangkat pada pukul 21.15 WIB menuju Narita, Tokyo kemudian dilanjutkan menggunakan American Airways menuju Chicago sebelum ke Oklahoma City, Sedangkan gelombang kedua sejumlah delapan crew berangkat pukul 22.15 WIB menggunakan Japan Airlines menuju Narita, Tokyo dan dilanjutkan menggunakan American Airways menuju Dallas, Texas dan dilanjutkan menuju Oklahoma City.

            Bagi sebagian crew, perjalanan sebagai penumpang pesawat dengan waktu tempuh tujuh jam menuju Tokyo dan dua belas jam menuju Chicago dan Dallas mungkin menjadi pengalaman pertama, sehingga banyak yang mengalami jetlag setelah tiba di Oklahoma. Banyak juga kejadian-kejadian lucu yang mengundang tawa kami selama perjalanan, mulai dari praktek bahasa isyarat antara crew kami yang kurang memahami bahasa Inggris dengan petugas bandara yang juga hanya bisa berbicara bahasa Spanyol, hingga pemilihan menu makanan dimana salah seorang crew setelah diberikan pilihan menu antara seafood, noodles dan  pork with rice oleh pramugari akhirnya memilih pork with rice dengan asumsi kata “rice” yang berarti nasi, namun setelah tahu bahwa yang dimakannya adalah nasi campur olahan daging babi, ia terdiam sesaat sebelum akhirnya memilih tidur kembali dengan pikiran yang bergejolak. Keesokan harinya tanggal 3 Februari, kamipun tiba di Bandara Internasional Will Roger Oklahoma City, Oklahoma. Kami dijemput oleh Mayor Tek Araad Taufik sebagai perwakilan Perwira Tehnik yang memonitor perkembangan PDM di ARINC serta Mr. Paul Mc Kenzy sebagai perwakilan dari ARINC. Kamipun melanjutkan perjalanan ke Madhuson Hotel tempat kami menginap di jantung kota Oklahoma City untuk beristirahat. Kegiatan resmi baru dilaksanakan tanggal 6 Februari 2012, sehingga kami memiliki waktu dua hari untuk berkeliling kota dan melihat tempat-tempat menarik di sana walaupun suhu yang cukup dingin dengan rata-rata tiga sampai tujuh derajat celcius tidak menyurutkan antusiasme kami untuk berkeliling kota mengingat pengalaman seperti ini belum tentu akan kami dapatkan lagi.

            Hari Senin, 6 Februari 2012 kami memulai kegiatan resmi di ARINC. Diawali dengan welcome brief dari pihak ARINC oleh Mr. Paul Mc Kenzy dan dilanjutkan dari perwakilan US Government oleh Mr. David Wilson. Setelah selesai melaksanakan briefing, kami menuju ke pesawat yang masih berada di dalam hangar, kesan pertama yang kami rasakan terhadap pesawat A-1323 begitu mempesona, cat yang baru dan mengkilap serta beberapa bagian pesawat yang terlihat masih baru karena memang dilaksanakan penggantian komponen. Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan administrasi dan daftar penggantian komponen pesawat serta hal-hal yang berkaitan dengan program maintenance pesawat selama berada di Oklahoma.

            Keesokan harinya kami mulai melaksanakan acceptance check flight. Sebenarnya acceptance check flight sama dengan test flight yang biasa dilaksanakan setelah dilaksanakannya maintenance pesawat, istilah tersebut digunakan apabila maintenance pesawat dan penggantian komponen murni dilaksanakan oleh pihak luar, dalam hal ini ARINC yang memang sudah berdasarkan agreement antara pemerintah RI dalam hal ini TNI AU sebagai operator dan pemerintah Amerika. ACF dilaksanakan selama dua hari tanggal 7 dan 9 Februari 2012 dari rencana awal tanggal 7 dan 8 Februari 2012 dikarenakan adanya kendala cuaca yang mencapai suhu minus dua derajat celcius dan visibility yang hanya mencapai 2000m.

            Hari Jumat, 10 Februari 2012, setelah melaksanakan pre flight check dan pengecekan serta menyelesaikan administrasi dan dokumentasi pesawat, kami melaksanakan persiapan ferry flight untuk membawa pesawat A-1323 kembali ke Indonesia. Satu persatu propeller pesawat mulai berputar diiringi deru mesin yang makin menumbuhkan kebanggaan kami, rasa haru dan bangga juga tersirat dari wajah para personel dan staff ARINC mengingat selama kurang lebih 18 bulan pesawat berada dalam perawatan mereka, serta ikatan emosional yang terjalin walaupun hanya satu minggu kami berada di sana. Kerjasama dan saling bahu membahu antara personel ARINC dan crew pesawat selama pelaksanaan ACF hingga penyelesaian trobelshooting pesawat menjadikan rasa berat hati untuk melepas kepergian kami. Home flight A-1323 direncanakan menempuh enam hari perjalanan dengan rute Oklahoma – Trafis AFB – Hickam AFB – Wake Island – Guam – Biak – Halim.

            Hari pertama kami menempuh rute Oklahoma – Trafis AFB, California selama lebih kurang lima jam, dilanjutkan keesokan harinya dengan rute Trafis AFB – Hickam AFB, Honolulu selama lebih kurang delapan jam. Di Honolulu kami sempat tertahan selama dua hari karena ijin mendarat di Wake Island belum keluar hingga akhirnya kami memutuskan untuk merubah rute perjalanan melewati Bucholdz, sebuah pulau atol yang terletak di gugusan Marshall Island di tengah Samudera Pasifik. Bucholdz merupakan pangkalan militer yang dioperasikan oleh US Army dan konon merupakan pangkalan rudal antar benua yang dijadikan sebagai titik awal pertahanan militer US. Perjalanan dari Honolulu menuju Bucholdz juga termasuk istimewa mengingat kami melewati International Date Line atau garis tanggal internasional sehingga walaupun perbedaan waktu dengan Honolulu hanya selisih dua jam, saat kami berangkat dari Honolulu pada tanggal 14 Februari 2012, kami tiba di Bucholdz “keesokan hari” pada tanggal 15 Februari 2012. Setelah beristirahat satu malam, keesokan harinya kami melanjutkan penerbangan langsung menuju Biak menempuh waktu selama delapan jam perjalanan. Penerbangan kami lanjutkan menuju Pangkalan Udara Iswahyudi, Madiun untuk melaksanakan short stop dan refuel serta melaksanakan sholat jumat bagi yang beragama muslim.

Akhirnya tepat pada pukul 14.15 WIB, roda pesawat menyentuh landas pacu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, pesawat melaksanakan taxi in menuju taxi way Delta dan parkir di depan Base Ops Lanud, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat didampingi para asisten, Pangkoopsau I Marsda TNI Sunaryo dan Komandan Lanud Halim Marsma TNI Asep Adang Supriadi menyambut kedatangan kami dan langsung meninjau pesawat. Beliau mengucapkan rasa terima kasih dan rasa bangga atas keberhasilan misi ferry flight A-1323 dari Oklahoma hingga selamat tiba di Halim. Rasa bangga juga terpancar dari wajah para prajurit rajawali yang telah berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan lancar membawa kembali salah satu putra dewa Zeus kembali ke sarang rajawali untuk menambah kekuatan Skadron Udara 31.

 

Mayor Pnb Kamto Adi Saputra

 

 

 

 

2 komentar:

  1. mas saya membayangkan perjalanan >3jam di hercules seperti apa karena yang saya tau, ga nyaman pastinya 😂

    BalasHapus