Rabu, 19 Agustus 2015

MALAM MINGGU MENCEKAM DALAM OPERASI PERTAMINA FIRE FIGHTER SUPPORT


Sabtu sore, 2 April 2011, cuaca sedikit mendung di langit Halim Perdanakusuma Jakarta. Saya dan keluarga sedang bersiap untuk pergi ke rumah orang tua di daerah Cibubur saat handphone saya berdering dengan nada panggil yang memang sudah disetting untuk panggilan khusus dari duty ops skadron udara 31. Selamat sore dengan Kapten Pnb Kamto, sahut saya. Selamat sore Bang, ijin dengan Letnan Pras Dutty ops skadron udara 31, ijin menginfokan rencana misi dadakan dukungan peralatan pemadam kebakaran kilang minyak Pertamina di Cilacap, rute rencana HLM  ADI  HLM, ETD standby, crew Mayor Pnb Fata, Kapten Pnb Pandu, Kapten Pnb Kamto, Kapten Pnb Sony, Lettu Nav Bayu. Pesawat kedua dengan crew Mayor Pnb Sugeng, Kapten Pnb Anjoe, Lettu Pnb Alfon, Lettu Pnb Chandra, Kapten Nav Sunardi. Ijin arahan untuk secepatnya menuju Skadron Udara 31 guna persiapan berangkat.
Tanpa banyak berpikir saya langsung kembali ke dalam rumah untuk berganti coverall dan mempersiapkan perlengkapan terbang dibantu istri. Dalam waktu kurang dari dua jam seluruh crew sudah berkumpul di kantor. Sedikit tergelak hati saya mendengar cerita beberapa anggota crew berjibaku dalam usahanya mencapai kantor secepat mungkin, ada yang sedang asyik menonton bersama keluarga di bioskop, ada pula yang sedang berjalan-jalan sore di area Monas, ataupun bersama keluarga di pusat perbelanjaan, kebanyakan mereka menggunakan jasa ojek untuk menghindari kemacetan dan segera mencapai Pangkalan.
Kamipun segera menyiapkan pesawat yang akan digunakan untuk misi dadakan tersebut. Letting saya, Kapten Tek Dwi Angga menghampiri sembari berujar Bro, dua pesawat sudah siap, kondisi serviceable, fuel 33.000lbs, happy landing Jogja ya. Thanks Bro, makasih untuk persiapannya balas saya sambil menepuk pundaknya.
Tak lama berselang, iring-iringan truk dari PT. Pertamina yang membawa bahan kimia yang akan digunakan untuk pemadaman  pun tiba, lebih kurang sekitar total 22 ton bahan kimia dengan type Fluoro Protein Foam 3% yang didatangkan dari Jakarta dan Dumai segera berpindah ke pesawat dengan nomor registrasi A-1319 dan A-1320. Dua orang personel dari PT. Pertamina juga ikut mengawal yang selanjutnya kami ketahui ternyata adalah Bapak Waluyo, Direktur Umum PT. Pertamina didampingi Custom Duty and Distribution Expert, Direktorat Pengolahan, Bapak Ahmad Sujandi.

Dalam waktu kurang dari dua jam, pesawat pun mulai start engine dan bergerak menuju landas pacu 24 untuk persiapan take off. Pukul 20.35 wib, pesawatpun lepas landas dan segera menuju arah Selatan kemudian climb ke ketinggian 15.500 feet sesuai flight plan yang direncanakan dengan rute HLM  PW  BND  CLP  GEPAK  JOG  OF (Adi Sucipto). Saat over BND VOR operator Puskodal Mabesau mengontak pesawat dan memerintahkan untuk melaksanakan observasi di atas kilang minyak yang terbakar. Sesampainya di sana, kami melihat kobaran api yang sangat besar dengan begitu jelas dari ketinggian jelajah saat itu (15.500 feet). Tak terbayang bagaimana situasi di bawah pada saat itu. Setelah melaksanakan observasi, kamipun melanjutkan penerbangan menuju Pangkalan TNI AU Adi Sucipto, Jogjakarta.
Memasuki area JOG VOR, terlihat gumpalan merah di radar cuaca pesawat kami, menandakan adanya awan aktif yang cukup pekat tepat di lintasan yang akan kami lalui, Captain Pilot Mayor Pnb Fata segera memberikan instruksi untuk melaksanakan weather penetration, procedure yang biasa kami laksanakan apabila harus menembus awan aktif pada saat penerbangan. Kami melanjutkan proses approaching sambil tetap mengintercept localizer ILS runway 09, pada posisi long final tiba-tiba awan yang menghalangi kondisi visual kami hilang padahal kami mengira akan tetap berada di dalam awan paling tidak sampai dengan posisi final approach, kamipun menghela nafas panjang sembari mengucap syukur yang tiada henti pada Yang Maha Kuasa atas pertolonganNya saat itu.
Tepat pukul 21.50 WIB pesawat pertama A-1320 landing dengan selamat di Pangkalan TNI AU Adi Sucipto, disusul pesawat kedua A-1319 sepuluh menit kemudian. Setelah menempati posisi, pesawat melaksanakan shut down engine dan membuka ramp door pesawat untuk proses unloading bahan kimia yang akan segera dikirim via darat menuju Cilacap. Tak lama berselang, petugas ruang operasi Lanud Adi menyampaikan kabar bahwa kedua pesawat diperintahkan untuk menginap di Lanud Adi Sucipto sambil menunggu perintah lebih lanjut.
Keesokan harinya kami mendapat perintah lanjutan yaitu; pesawat pertama dengan nomor registrasi A-1319 melanjutkan misi menjemput kendaraan khusus RI-1 dan rombongan Paspampres dengan rute ADI  JMB  HLM, dan pesawat kedua dengan nomor registrasi A-1320 kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma. Sedangkan satu pesawat dari Skadron Udara 32 Lanud Abdurahman Saleh mendapat misi mengambil bahan kimia dengan jenis Aqueous Film Forming Foam 3% dari Lanud Balikpapan dengan rute ABD  BPP  ADI  ABD.
Sesampainya di Lanud Halim, Komandan Skadron Udara 31 menyambut kepulangan kedua pesawat dan menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang begitu tinggi dari seluruh pihak yang terlibat, khususnya dari jajaran PT. Pertamina yang merasa banyak sekali terbantu dengan adanya penerbangan yang kami laksanakan kemarin, terbesit juga rasa bangga yang begitu tinggi mengingat misi yang kami laksanakan kali ini bukan merupakan operasi militer yang sering kami laksanakan dan latihkan, misi dadakan yang menimbulkan sensasi yang begitu luar biasa dari awal persiapan hingga pelaksanaannya hingga kami dapat berkata dengan begitu bangga, We are Rajawali Family, The Quick Response Squadron.


1 komentar:

  1. bangga jadi "personal crew" kamu 8th ini.... I love u ginda

    BalasHapus