Minggu, 09 Februari 2014

Semua terjadi karena suatu alasan, catatan seorang calon astronot NASA

Aku menang karena aku kalah

catatan seorang calon astronot NASA
-------------------------------------------------------------------------------- 

Semua dimulai sebagai impian, aku ingin menjadi astronot, aku ingin terbang keluar angkasa. Tapi aku tidak memiliki”hal yang tepat”, aku tidak memiliki gelar dan aku bukan seorang pilot. Lalu terjadilah! Gedung putih mengumumkan pencarian warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51 * L pesawat ulang alik challenger dan warga itu adalah seorang guru. Pada hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington.

Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabul ! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku ! Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA melakukan tes fisik dan mental. Saat tes selesai aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Aku akhirnya menerima pangilan yang telah lama ku dambakan dan kumohon dalam doa. NASA memilihku untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, menjadi 10.000 orang dan akhirnya aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian terakhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, eksperimen mabuk udara. Mana diantara kami yang melewati ujian akhir ini ? Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, aku berdoa. Aku sangat menginginkannya. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christa McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Depresi, rasa percaya diri lenyap dan rasa marah menggantikan kebahagiaanku saat aku mempertanyakan semuanya; Kenapa Tuhan, kenapa bukan aku ? Bagian diriku mana yang kurang ? Mengapa aku diperlakukan kejam ? Aku berpaling kepada ayahku, dia berkata, “Semua terjadi karena suatu alasan”.

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran challenger. Saat pesawat itu melewati menara ladasan pacuan, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan aku mau melakukan apa saja agar ada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku ? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat challenger meledak dan menewaskan semua penumpangnya.

Aku ingat kata-kata ayahku, “SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN” Aku tidak terpilih untuk penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena rencana Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidupku. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang, Aku menang karena aku telah kalah. Aku masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena semua doaku tidak terkabulkan.





Rabu, 22 Januari 2014

persahabatan yg indah

Suatu waktu saya dan beberapa teman saya pergi ke Jogja IT Center untuk mencari software dan antivirus, setelah sampai disana kamipun berpencar mencari kebutuhan masing-masing dan tak lupa sepakat untuk bertemu kembali di foodcourt sekalian makan malam. setelah mendapat beberapa barang yang saya butuhkan, sayapun langsung menuju foodcourt untuk menunggu rekan-rekan saya sembari memesan nasi goreng seafood.

Dikala saya sedang menikmati makan malam, terdengar suara tawa dari meja di belakang saya yang walaupun tidak terlalu keras namun cukup memecah konsentrasi saya. Sejenak saya menoleh untuk melihatnya, dan ternyata memang beberapa remaja putri sedang menyantap makanannya sambil sesekali bercanda. selintas terlihat biasa saja dengan kegiatan mereka, namun setelah saya perhatikan dengan seksama, ada satu-dua orang yang menggerakkan tangannya seperti sedang menggunakan bahasa isyarat, 

yah.... benar sekali, mereka menggunakan bahasa isyarat kepada rekannya yang lain, sejenak saya tertegun, sungguh  sangat indah persahabatan mereka, tanpa memperdulikan status sosial, kekurangan atau bahkan cacat yang ada pada diri mereka atau teman2nya, mereka dengan sangat ceria dapat bersenda gurau ditengah orang2 yang mungkin masih memandang sebelah mata terhadap kecacatan mereka...

satu lagi pelajaran berharga yang saya dapat hari itu, semoga kita dapat memetik hikmahnya..... barakallah.

Yogyakarta, 22 Januari 2014





Selasa, 31 Desember 2013

Selamat Tahun Baru 2014




31 Januari 2013 pukul 23.50 local time at petronas twins tower,  hari ketiga saya berada di negeri jiran dalam rangka tugas Combined Maritim Patrol Team (CMPT) bersama dengan TUDM dan Royal Singapore Navy. setelah seharian menahan "air sickness" yg cukup lama di atas selat malaka, saya coba untuk menikmati hari terakhir di negeri ini. setelah puas berjalan-jalan di KLCC sayapun beristirahat di taman air mancur persis di depan Petronas twins tower ditemani sebungkus kentang goreng dan sekaleng pepsi cola. 

pikiran saya mulai menerawang.... beberapa jam lagi saya akan meninggalkan tahun 2013, tahun yang penuh makna, kejutan, suka & duka, romantika dan kehidupan keluarga, karir, bisnis, keimanan hingga perubahan jalan hidup yang begitu dahsyat dan tidak pernah diduga sebelumnya mulai bermunculan di pikiran saya...

kita tidak bisa menentukan takdir, kita hanya bisa berusaha menulis jalan hidup kita, tetapi hanya Allah SWT yang bisa menentukan kelanjutannya, suka maupun tidak suka, apapun alasannya harus dapat kita terima meskipun dengan perasaan yang teramat menggalaukan. 

Satu hal penting yang menjadi catatan saya di tahun yg sebentar lagi akan saya tinggalkan ini, Allah SWT sangatlah sayang pada umatNya, Dia tidak akan meninggalkan hambaNya dalam keterpurukan dan kesedihan karena apa yang kita rasakan itu sebenarnya hanyalah cobaanNya. 

yaaah, kita akan terus dicoba dan diuji sampai sejauh mana kita akan terus mengingatNya, dan Allah SWTpun tidak akan menguji umatNya sampai diluar batas kemampuan seperti apa yang telah dijanjikan dalam Al-Quran, hanya terkadang kita yang tidak mau membuka hati dan pikiran untuk menelaah apa yang terjadi pada kehidupan kita, kita hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa mau berinstrospeksi diri, kita tidak mau mencari tahu apa yang salah pada diri kita, sebaliknya kita akan menyalahkan orang lain atau bahkan lebih parah lagi kita sampai menyalahkan Sang Pencipta atas apa yang terjadi pada diri kita. Baru setelah beberapa waktu berjalan, setelah kita melewati ujian yang diberikan, setelah kita bisa bangkit dari keterpurukan, setelah semua kehilangan kita mulai tergantikan, setelah roda kehidupan mulai berputar keatas, setelah kita mulai diberikan kenikmatan, kita baru berpikir... oooh, ternyata semua akan indah pada waktunya....

yaaaah, semua memang indah pada waktunya, tidak banyak berbeda dengan saya.... di akhir tahun ini, di depan KLCC,  di antara sekian ribu manusia yang meniup terompet tahun baru, diantara ratusan orang yang bersuka cita menyambutnya, mungkin hanya segelintir orang termasuk saya yang menyadari bahwa dengan berakhirnya tahun 2013 dan mulainya tahun 2014 berarti umur kita semakin berkurang, ajal kita semakin dekat dan kematian mulai menghampiri..!!!! apakah kita menyadarinya??? semoga saja...

mari kita mulai berbenah diri, mengawali hari dengan mengucap syukur pada Sang Pencipta, selalu berprasangka baik dan yakin kepadaNya bahwa apa yang dilakukanNya kepada kita semata-mata untuk membentuk kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Tidak ada kata terlambat untuk kebaikan dan kemaslahatan serta kesempurnaan, bahkan berlian yang paling bernilaipun adalah yang mendapatkan tempaan panas paling tinggi dan paling lama prosesnya.

masa lalu adalah sejarah, hari ini adalah goresan, hari esok adalah harapan. jangan tinggalkan kenangan tanpa menjadi pembelajaran, jadikan harapan sebagai cita-cita dan tujuan agar kita dapat mencapai derajat kemuliaan.

selamat tinggal 2013, selamat datang 2014

barakallah....

Minggu, 20 Oktober 2013

Anak Vespa vs Pengendara Vespa


Saya salah satu pengguna vespa, baik untuk urusan berangkat atau pulang kantor sampai sekedar jalan-jalan keliling komplek mengajak 2 krucils saya menikmati suasana sore hari sepulang kantor. Hampir dua tahun saya memakai vespa untuk segala aktivitas saya, dan setelah sekian lama dengan pengalaman serta pengamatan saya di jalanan, ternyata ada dua kriteria pemakai vespa yang bisa saya simpulkan, yaitu:

1). Anak vespa ----> yang satu ini jelas pemilik dan pengendara vespa, baik vespa keluaran terbaru maupun vespa tahun lama (vba, vbb, vnb, super, sprint, bagol, px, dll). Type yang satu ini ada yang gabung dengan club vespa, ada juga yang mandiri (mungkin belum gabung atau minim pengetahuan ttg club vespa di daerahnya). Tapi walaupun tidak tergabung di club vespa, type anak vespa memegang teguh persaudaraan sesama pengguna vespa. Dia tidak membedakan vespa jenis apa, bentuknya seperti apa, keluaran tahun berapa, yang penting merk vespa ya sudah berarti saudara. Persaudaraan anak vespa seperti ini sangat kuat, saya punya pengalaman yang cukup membanggakan, suatu hari vespa saya kehabisan bensin (vespa lama ga ada indikator bensin) di jembatan semanggi arah cawang, tidak berapa lama lewat satu vespa dan langsung berhenti tatkala melihat saya mendorong vespa menuju pom bensin terdekat. Tidak saya minta dia langsung mengeluarkan selang dan botol aqua dari bagasi vespanya dan menyedot bensinnya untuk diberikan kepada saya, saat saya ingin memberikan uang, dia menolak dan berkata "vespa mania om, kita semua saudara", sesaat saya terharu dengan sikapnya. Pengalaman kedua saat ban belakang saya bocor terkena paku di daerah Tebet, sialnya ban cadangan saya juga dalam kondisi kempes, tidak lama rombongan anak vespa sejumlah empat orang menghampiri dan langsung menolong saya, dua orang membantu mengganti ban, dua lainnya mencari tukang tambal, lagi-lagi saat saya ingin memberikan uang sebagai ganti ongkos tambal mereka menolak, karena tidak enak akhirnya saya ajak makan siomay di pinggir jalan sambil sharing tentang vespa. Dan masih banyak pengalaman saya dengan anak vespa lainnya. Satu hal lagi, kenal maupun tidak, setiap kita bertemu atau berpapasan di jalan, anak vespa akan membunyikan klakson dan melambaikan tangannya sebagai bentuk persaudaraan sesama pengguna vespa, sampai saya memiliki keyakinan seumpama saya nekat naik vespa menuju surabaya dari jakarta tanpa membawa uang sepeserpun, insya Allah saya akan sampai di tujuan dengan selamat hehehehe....

2). Pengendara vespa ----> kalau type yang ini jelas hanya pengendara, tidak ada persaudaraan sama sekali dengan penunggang vespa yang lain. Biasanya para pedagang kelontong yang memakai vespa karena bisa membawa banyak barang dagangan. Atau orang yang kebetulan punya vespa warisan dari keluarganya dan belum mengerti tentang vespa brotherhood, bisa juga orang kaya yang kebetulan suka vespa (kalo ini jelas karena harga vespa baru lebih dari 20jutaan). Mereka semua hanya pengendara yang kebetulan memakai vespa. Untuk membedakannya sangat jelas, kalau ketemu sesama pengendara vespa tidak saling menyapa, kalau ada pengendara vespa kesulitan di jalan ya hanya lewat2 aja tanpa mempedulikan atau paling tidak menanyakan apa kesulitan yang dialami.

Naaaah, sekarang tinggal terserah anda mau menjadi type pengendara vespa yang mana?? Sekalian jadi "anak vespa" atau hanya sekedar pengendara vespa....

Salam vespa mania....

Selasa, 30 Juli 2013

JANGAN TERTIPU PENAMPILAN

Seringkali terjadi dalam kehidupan kita, seseorang dilihat hanya dari penampilannya saja. Banyak contoh yang terjadi di masyarakat kita, belum apa-apa, baru dilihat dari penampilannya saja, seseorang sudah akan mendapat penilaian dari khalayak. Mungkin karena itu juga ada pepatah yang mengatakan "yang penting penampilannya dulu, hasilnya belakangan", walaupun ada juga yang bilang "don't judge a book by its cover". Mungkin ini pula yang mengilhami saya untuk menceritakan sedikit pengalaman yang tentu saja membuat saya tersenyum jika mengingatnya.

Saat ini saya berdinas di Satuan Udara Pertanian KOOPSAU I dan sedang menjalankan mission di Lampung dimana mayoritas penduduk disini menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian dan perkebunan, banyak hal baru yang saya peroleh selama berdinas di sini, mulai mempelajari berbagai kondisi dan lingkungan hidup masyarakatnya, hingga belajar bahasa setempat.

Suatu hari saya mengunjungi salah satu kantor cabang pembantu bank terkenal di Negeri ini, seperti sudah menjadi protap, pak satpam pasti akan membukakan pintu sambil menyampaikan salam dan menanyakan kepentingan kita, entah itu setor, tarik, transfer ataupun berurusan dengan customer service, dilanjutkan dengan mempersilahkan kita untuk duduk menunggu giliran.

Tak lama berselang, datang seorang nenek tua bersendal jepit dengan pakaian khas orang yang sudah sepuh sambil memanggul sebuah karung dengan menggunakan kain jarik lusuh. Pak satpam tetap membukakan pintu dan menyapa sambil mempersilahkan duduk di samping saya tanpa menanyakan apa keperluan beliau. Beberapa orang di sekitar saya kontan langsung menggeser tempat duduknya sedikit menjauhi nenek tersebut. Dalam hati sayapun sempat menebak-nebak, kira-kira nenek ini pekerjaannya mencari botol plastik atau kaleng minuman untuk dijual kembali, mungkin ada sedikit rezeki hingga beliau mau menabung, atau mungkin nenek ini mau membayar cicilan? Pikiran saya pun berkecamuk dengan berbagai pertanyaan yang tak satupun berani saya ajukan kepada beliau. Saya perhatikan beberapa orang juga terlihat memandang sinis kepada beliau hingga menimbulkan simpati saya.

Sampai pada giliran saya menuju teller, saya persilahkan beliau maju terlebih dahulu untuk sedikit menunjukkan kesopanan saya kepadanya. Beliaupun mengucapkan terima kasih dan segera maju sambil menggendong karung yang dibawanya. Belum habis simpati saya, beliau kembali mengejutkan hati saya, karung putih ukuran 50kg yang dibawanya tersebut ternyata berisi uang pecahan Lima Puluh Ribu Rupiah...!!! Kontan saja, tak hanya saya, tetapi seisi ruangan Bank tersebut terkaget-kaget dibuatnya. Sayapu  tidak habis pikir, seorang nenek tua, berpakaian lusuh, membawa karung cukup besar yang ternyata berisi uang pecahan lima puluh ribu rupiah dan tanpa pengawalan sedikitpun. Sampai pada giliran saya berada di teller sebelahnya, mesing hitung uang sudah menunjukkan angka tiga ratus juta lebih. Ternyata beliau baru saja memperoleh sebagian dari hasil panen kebunnya dan bermaksud menabungkannya...

Subhanallah..... Maha Suci Allah yang selalu mengingatkan umatNya dengan berbagai cara.




Sabtu, 27 Juli 2013

UNPREPARED FREE FALL & CDS DROP DI KEPULAUAN MENTAWAI


 

Malam itu tanggal 27 Oktober 2010, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 wib, saya sudah bersiap untuk istirahat tatkala handphone saya berdering menandakan ada SMS yang masuk. Segera saya buka di inbox folder, ternyata Duty Ops Skadron Udara 31 yang mengirim pesan “Selamat malam, ijin menyampaikan misi dadakan esok hari duk jun free fall dan CDS dalam rangka bansos berdasarkan perintah RI-1 di kepulauan Mentawai. Crew Myr Pnb Rony / Kpt Pnb Anjoe / Ltt Pnb Kamto / Myr Nav Sudaryanto / Ltt Nav Feisal. Rute HLM – Sas/Mentawai – BIM – HLM. ETD 06.00 wib, briefing dilaksanakan pukul 04.00 wib, mmp terima kasih”. Saya segera bersiap menuju kantor untuk melaksanakan persiapan awal, sesampainya di Skadron, sudah ada Mayor Rony dan Mayor Sudaryanto serta Letnan Feisal. Persiapan awal pun segera dilakukan mulai dari briefing koordinasi, plotting peta, GPS, serta menyiapkan slide brief untuk paparan esok pagi. Pada malam itu juga dilaksanakan pengepakan/rigging barang yang akan diterjunkan sebanyak 3000 kg yang terbagi dalam 8 bundel CDS masing-masing seberat 500 kg sejumlah 5 bundel, 1 bundel seberat 610 kg dan 2 bundel seberat 200 kg. Setelah selesai melaksanakan persiapan awal, kamipun kembali ke rumah masing-masing untuk melaksanakan istirahat.

Waktu menunjukkan pukul 03.45 wib tanggal 28 Oktober 2010, pagi yang cukup dingin di akhir Bulan Oktober setelah hujan yang cukup deras mengguyur kota Jakarta tadi malam. Awak pesawat, peterjun, personel PLLU, meteorologi dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 31 Letkol Pnb M. Iman Handojo dan dihadiri oleh Komandan Lanud Halim Marsma TNI M.Nurullah, serta Kaskoopsau I Marsma TNI Bagus Puruhito telah siap di ruang brief Skadron Udara 31 untuk melaksanakan briefing penerbangan dan penerjunan yang akan dilaksanakan pagi hari itu. Ada yang terasa lain pada briefing kali ini, karena misi penerjunan kali ini adalah “the real mission”, bukan misi latihan yang biasa dilaksanakan oleh crew C-130 Hercules dimana rute, zona penerjunan dan profilnya sudah sering dilatihkan dan ditentukan. Pada misi kali ini kami hanya berbekal koordinat yang diberikan oleh rekan-rekan dari TNI AL yang sudah lebih dulu berada di lokasi bencana. Rencana penerbangan, profile serta rute hanya diplot dipeta dan GPS, tidak ada informasi mendetail tentang dropping zone yang akan dituju, “wah, seperti perang betulan nih…hanya bedanya kita ada di wilayah sendiri, bukan menyerang wilayah musuh” canda Komandan Lanud seraya membuka briefing pagi itu.


Setelah selesai melaksanakan briefing, kami segera menuju ke pesawat untuk melaksanakan crew brief, tak lupa cek kesehatan dan load master brief bersama peterjun yang akan melaksanakan  dropping di Kepulauan Mentawai. Menggunakan pesawat dengan nomor registrasi A-1321, dengan total loadment 8.800 kg yang terbagi dalam 8 bundel CDS serta 19 peterjun yang terdiri dari 15 personel Korpaskhas dan 4 personel Perbekud kami siap melaksanakan misi kemanusiaan tersebut. Tak lama berselang keempat engine T56-15A pesawat C-130 Hercules itupun bergemuruh memecah keheningan pagi, pesawat kemudian taxi out menuju landas pacu 24 untuk bersiap melaksanakan penerbangan. “Happy landing, semoga sukses dalam misi ini” salam Komandan melalui radio VHF dari mobil VCP melepas keberangkatan kami. Pesawat pun take off kemudian maintain runway heading sampai dengan 3 Nm HLM VOR dan join wishkey 19 lalu climbing menuju ketinggian 16.500 ft. Rute yang dilalui antara lain HLM-CKG-TKG-BKL-Pagai Selatan-Pagai Utara. Setelah melaksanakan penerbangan lebih kurang 1 jam 20 menit dan overhead BKL VOR, pesawat mulai descent menuju ketinggian 2500 ft untuk melaksanakan low pass di atas Kepulauan Mentawai sesuai dengan koordinat yang telah diberikan. Ternyata koordinat yang telah diberikan tepat berada di tepi pantai, daerah ini tidak dapat dijadikan dropping area dikarenakan pertimbangan keamanan. Akhirnya PIC (pilot in command) pada waktu itu mayor pnb Rony memutuskan untuk mencari lokasi penerjunan yang dirasa aman untuk personel free fall dan CDS, setelah berputar-putar sekitar 30 menit, kami akhirnya menemukan daerah terbuka yang dirasa aman untuk penerjunan, Dusun Purogout di Pulau Pagai Utara dan Dusun Minoai di Pulau Pagai Selatan. Saat melaksanakan low pass di Pulau Pagai Selatan, kami sempat bertemu dengan P-852 (pesawat cassa milik TNI AL) yang sedang melaksanakan free cargo drop di wilayah yang sama. Berkat komunikasi 2 arah yang baik, kami akhirnya memutuskan untuk melaksanakan dropping di Pulau Pagai Utara terlebih dahulu untuk menghindari collision dengan P-852. Setelah navigator selesai melaksanakan plotting, pesawat climbing ke ketinggian 4000 ft untuk melaksanakan personel drop. Peterjun segera bersiap menuju ramp door pesawat dan segera melompat sesaat setelah overhead diatas daerah sasaran yang baru ditentukan tersebut.

Setelah selesai melaksanakan free fall sebanyak 10 personel, pesawat descent ke ketinggian 600 ft di atas permukaan laut sembari melaksanakan holding untuk memberikan tenggat waktu bagi personel yang baru saja terjun untuk membuat tanda silang (X) dari kain berwarna orange sebagai dropping spot saat pelaksanaan CDS. Setelah selesai melaksanakan persiapan, pesawat mengambil final approach untuk melaksanakan CDS drop, load master dibantu dengan jump master telah siap di compartment pesawat untuk menerjunkan barang bantuan tersebut. Empat bundle CDS pun meluncur keluar dari pesawat dan parasut mengembang dengan sempurna mengantar bundle-bundel berisi makanan dan obat-obatan serta selimut bantuan dari Presiden RI menuju dropping spot yang telah disiapkan. Empat bundle CDS mendarat dengan sempurna dan segera diamankan oleh personel yang telah terjun lebih dulu dibantu masyarakat sekitar. Selesai di Dusun Purogout, pesawat melanjutkan penerjunan di Dusun Minoai, Pagai Selatan dan berhasil dengan sukses.

Beberapa saat setelah penerjunan, Presiden SBY dan Ibu Negara didampingi beberapa Menteri dan staf bertolak dari Bandara Minangkabau menuju Kepulauan Mentawai dengan menggunakan helikopter VVIP untuk melihat secara langsung keadaan masyarakat di daerah yang terkena bencana dan menyerahkan secara langsung bantuan obat-obatan, makanan dan selimut yang sebelumnya telah diterjunkan oleh pesawat C-130 Hercules TNI AU.

Dengan keberhasilan yang telah diraih pada pelaksanaan misi tersebut, Presiden SBY menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang besar, begitu juga para korban bencana, karena dengan adanya pendistribusian bantuan melalui CDS (Cargo Delivery System) seperti yang baru saja dilaksanakan, distribusi bantuan akan cepat sampai dan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat maupun kapal laut. Kamipun sebagai crew pesawat juga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dimana misi yang dilaksanakan benar-benar diluar perencanaan sebelumnya, hanya berbekal koordinat yang diberikan, kami harus menelusuri dan mencari serta menentukan titik aman untuk melaksanakan penerjunan personel dan barang, dalam hal ini kami sebut sebagai “unprepared dropping zone”. Keberhasilan misi tersebut tidak akan dapat tercapai tanpa adanya latihan-latihan yang sering dilaksanakan sebelumnya serta adanya koordinasi yang baik antar satuan sehingga misi yang diberikan walaupun bersifat mendadak dapat dilaksanakan dengan baik.

Jumat, 26 Juli 2013

BENTANGAN SAYAP DUA BELAS RAJAWALI PADA PELAKSANAAN LATGAB TNI 2008










Pada saat pelaksanaan Fire Power Demo yang dilaksanakan di AWR Buding Tanjung Pandan pada tanggal 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan seluruh jajaran TNI agar mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan Latgab TNI 2008. Mendengar instruksi ini, kami segera mengadakan persiapan-persiapan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugastersebut. Sejak awal tahun 2008, setiap hari sabtu dan minggu kami melaksanakan latihan terbang formasi, sehingga diharapkan pada saat pelaksanaan Latgab TNI 2008 nantinya kami dapat memberikan hasil yang benar-benar maksimal dan memuaskan. Hari-hari menjelang pelaksanaan kami rasakan teramat sibuk, para Navigator dan Copilot sibuk berkonsolidasi dalam membahas dan mempelajari rute penerbangan yang akan dilalui saat pelaksanaan Latgab TNI 2008 nanti.
Pelaksanaan Latgab TNI 2008 ini dilaksanakan di 4 trouble spot yaitu Ranai, Batam, Singkawang, dan Sangata. diawali dengan Ferry Flight 5 pesawat C-130 Herkules dari Lanud Halim Perdanakusuma pada tanggal 14 Juni 2008 yang melaksanakan Low Level Formation Flight dengan rute HLM-TMII -PW-BND-CITANDANGAN-TSK- CLP – KBMN-PROGO - OF -KLATEN -SO–SRAGEN – NGAWI – NGANJUK JOMBANG-MOJOKERTO-PORONG-LW-ABD. Berbagai manuver formasi kami coba latihkan selama perjalanan, mulai dari box formation, trail formation, stage up maupun stage down formation.



Sesampainya di ABD kami disambut oleh Crew Skadron Udara 32 dan langsung melaksanakan briefing koordinasi mengenai persiapan-persiapan menjelang keberangkatan. Setelah melaksanakan briefing, seluruh crew beristirahat di mess sambil mempersiapkan fisik dan mental karena keesokan malamnya akan melaksanakan penerbangan formasi yang terdiri dari 12 pesawat C-130 Herkules gabungan dari Skadron Udara 31 Halim P dan Skadron Udara 32 ABD. Suatu prestasi yang dapat dibilang luar biasa dengan banyaknya keterbatasan suku cadang yang dimiliki oleh TNI AU saat ini di samping motivasi dan kebanggaan yang teramat besar yang dimiliki oleh Crew Rajawali Flightkarena mendapat kepercayaan untuk mendukung pelaksanaan Latgab TNI  yang merupakan latihan terbesar TNI setelah 12 tahun penyelenggaraan Latgab TNI sebelumnya yang dilaksanakan pada tahun 1998.

 

​Saat itupun tiba,Hari Minggu tanggal 15 Juni 2008, pukul 19.00 WIB seluruh Crew Rajawali Flight  sudah berkumpul di Taxiway Lanud ABD Saleh. Para Ground Crew mengecek kesiapan pesawat, para Penerbang dan Navigator berkumpul di briefing room untuk melaksanakan koordinasi terakhir menjelang keberangkatan.

Pukul 23.00 WIB, seluruh crew sudah siap di pesawat masing-masing untuk melaksanakan crew & jump master brief. Sesaat kemudian pasukan dari TNI AD yang akan meleksanakan penerjunan mulai memasuki pesawat. Tak berapa lama deru mesin 12 pesawat C-130 Herkules mulai terdengar memecah kesunyian malam, kedua belas pesawat mulai bergerak menuju landasan  paju Lanud ABD.

 

​Tak lama berselang, pesawat-pesawat itupun mulai mengudara meninggalkan Pangkalan TNI AU ABD Saleh menuju dropping zone di Sanggata, Kaltim. Iring-iringan pesawat kemudian membentuk formasi dan melalui rute yang telah disepakati. Perjalanan memakan waktu ± 2 jam. Menjelang dropping zone, pesawat-pesawat mulai melaksanakan “slow down procedure” dan load master mulai membuka paratroop door.  Pasukan mulai memasang static line dan bersiap untuk melaksanakan penerjunan.  Pesawat mulai membentuk  dua sisi “trail formation”  dengan posisi yang cukup rapat.

 

​Sesaat menjelang penerjunan pesawat urutan no 8 dengan registrasi A-1319 terkena wash pesawat di depannya dan oleng ke kanan. Captain Pilot segera mengarahkan pesawat keluar dari formasi untuk menguasai pesawat sesaat kemudian kembali ke formasi, penerjunan pun dapat terlaksana dengan lancar. Belum selesai proses penerjunan, masalah kembali terjadi, pada pesawat ke 11 dengan nomor registrasi A-1320 terlihat kejanggalan  pada paratroop door sebelah kanan. Seorang peterjun terlihat tersangkut di pesawat. Pilot langsung bertindak cepat mengarahkan pesawat keluar dari formasi dan melaksanakan prosedur emergency. Tidak berapa lama peterjun tersebut dapat ditarik kembali ke dalam pesawat tanpa mengalami luka serius.

​Tindakan-tindakan para Penerbang tersebut tidaklah mungkin dapat dilakukan secara cepat dan sigap tanpa adanya latihan-latihan yang sering dilaksanakan sebelumnya. Pengalaman-pengalaman tersebut sangatlah berharga bagi seluruh Crew Rajawali Flight. Sekembalinya pesawat-pesawat ke Lanud Halim Perdanakusuma, segera diadakan briefing evaluasi mengenai persiapan dan pelaksanaan kegiatan Latgab TNI 2008. Pengalaman-pengalaman yang terjadi diambilhikmah dan pelajarannya. Sungguh merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga dan amat membanggakan menjadi bagian dari Crew Rajawali Flight dalam rangka Latgab TNI 2008.


(waktu itu masih) Lettu Pnb Kamto Adi S.